8 Fakta Menarik di Balik Tradisi Uang Panai

8 Fakta Menarik di Balik Tradisi Uang Panai, Banyak yang percaya bahwa, panai' atau panaik menjadi ajang pembuktian seorang pria kepada pasangannya.
8 Fakta Menarik di Balik Tradisi Uang Panai
Sumber: Instagram / Bugis Wedding

Tradisi Uang Panai dari Suku Bugis Makassar - Akhir-akhir ini, berita kurang sedap datang dari prahara percintaan antara Arie Kriting dengan Indah Permatasari. Keluarga sang wanita dilaporkan belum memberikan respon positif atas keputusan Indah untuk melanjutkan pernikahan.

Penyebab masalah tersebut ditenggarai akibat keluarga Arie Kriting yang enggan membayar sejumlah uang panai yang diminta oleh keluarga Tono, eh maksudnya Indah.

Namun apapun itu, netizen hanya bisa menerka-nerka dan mendoakan yang terbaik bagi mereka berdua. Kita pinggirkan masalah tersebut, apa sih yang dimaksud dengan uang panai? Seberapa penting hukumnya bagi suku Bugis?

Nah, silahkan dibaca sampai habis ya.

Fakta Menarik di Balik Tradisi Uang Panai

1. Simbol Penghormatan Pria ke Wanita

Banyak yang percaya bahwa, panai atau panaik menjadi ajang pembuktian seorang pria kepada pasangannya. Tradisi ini merupakan adat Bugis yang sudah turun-temurun dilakukan dalam menikahkan seorang gadis.

Pada awal lamaran, pihak mempelai wanita akan menentukan besaran uang yang menjadi maharnya. Nah disitulah pembuktian dilihat, apakah pihak pria masih siap atau tidak?

Jika memang siap dan menyanggupi besaran mahar tersebut, barulah keluarga masing-masing menentukan kapan waktu untuk melangsungkan resepsi pernikahan.

2. Ditentukan oleh Pihak Wanita

Panai juga sering dinilai sebagai salah satu faktor dalam menentukan tingkat kehormatan sebuah keluarga. Dalam bahasa Jerman, istilah terkait biasa juga disebut dengan Siri' atau Sirri.

Tapi jangan panik dulu, walaupun pihak wanita telah menentukan mahar yang diinginkan, musyawarah tetap bisa dilakukan untuk mencari kesepakatan bersama apabila pihak pria tidak menyanggupi.

3. Berkaitan dengan Strata Sosial

Seperti yang telah dijelaskan di atas, penentuan besaran diberikan kepada pihak wanita. Nah tahukah kamu, ternyata semakin tinggi strata sosial, semakin tinggi pula besaran panainya.

Contoh kecilnya begini, wanita yang menggunakan marga Andi di Sulawesi Selatan mayoritas memiliki panai yang lebih tinggi. Ya, marga tersebut memang dipercaya sebagai keturunan para bangsawan. Bukan cuma itu, panai juga akan lebih tinggi apabila seorang wanita memiliki latar belakang pendidikan yang baik.

Jadi kalau Polwan gimana? Haha, lanjut aja yuk.

4. Tidak Hanya Uang

Jadi, panai tidak hanya dalam bentuk uang ya geng, tapi bisa juga berupa barang properti seperti rumah, mobil, sepeda, tanah, sawah, dll. Namun itu semua hanya sebagai pelengkap.

Pihak pria tetap harus memberikan sejumlah uang dengan tambahan yang telah disebutkan tadi. Jadi, total keseluruhan akan dihitung berdasarkan uang mahar + nilai dari pelengkap tersebut.

Rekomendasi: Kisah 5 Remaja yang Dipenjara Akibat Bermain Game

5. Tidak Harus Fantastis

Meski seringkali ada berita yang melaporkan biaya panai itu kebanyakan fantastis, itu salah besar. Nyatanya, panai tinggi bukanlah sesuatu yang mutlak. Banyak juga kok yang menikah sesuai kemampuan finansial pria.

Jangan dipaksakan, takutnya nanti jadi begini:

Papah: Mah, kok semenjak nikah kita jadi gembel ya?

Mamah: Huush, jangan ngeluh pah, ayo lanjutin mulungnya!

6. Sebagai Biaya Resepsi

Salah satu teman cewek pernah berkata, uang yang telah diberikan oleh keluarga pria digunakan untuk keperluan resepsi. Keperluan tersebut diantaranya seperti sewa pelaminan, pakaian, musik orkestra, transportasi, dll.

Lebih lanjut, semakin lama, biaya penyewaan juga tambah mahal. Hal tersebutlah yang menyebabkan mengapa biaya panai juga semakin melambung tinggi. Pantas saja membagongkan 😌.

7. Ajang Adu Gengsi

Panai memang memberikan nilai sejarah yang memiliki arti mendalam bagi suku Bugis. Jika dulunya hanya sebagai ajang tes, maka perkembangan zaman turut pula mengubah pandangan tersebut sebagai ajang adu gengsi.

Nyatanya, panai yang lebih tinggi akan memberikan citra yang lebih baik terhadap keluarga dan wanita itu sendiri. Jadi gimana nih?

8. Banyak yang Gagal Nikah

Baru-baru ini, mantan gubernur Sulawesi Selatan memberikan reaksi terhadap maraknya panai tinggi di provinsi tersebut. Beliau menyatakan prihatin dan menakutkan pria nantinya akan takut untuk menikah.

Anggapan tersebut memang masuk akal. Panai tinggi memang sering membuat suatu pasangan keluar dari jalur yang diinginkan. Misalnya saja seperti nikah siri dan bunuh diri. Naudzubillah.

Rekomendasi: Bagaimana Cara Dapat Uang dari TikTok? Berikut Penjelasannya!

Penutup

Apa jadinya jika ingin menikah tapi dana yang dimiliki belum cukup? Seperti yang saya katakan tadi, walaupun mahar telah ditentukan, keluarga wanita biasanya tetap membuka jalan untuk bermusyawarah. Kecuali yang dilamar itu sekelas Manohara, musyawarah pun akan terasa sulit.

Oh iya, tak lengkap rasanya jika tidak membahas masalah fisik. Wanita Bugis bisa dikatakan memiliki aura positif yang jarang dimiliki oleh wanita asal manapun. Tidak percaya? Silahkan cek sendiri.

Nah beruntunglah bagi wanita yang lahir dari suku ini, panai menjadi bukti bahwa penghormatan terhadap wanita memang sangat tinggi.

Cukup sekian artikel tentang 8 Fakta Menarik di Balik Tradisi Uang Panai ini, Terima kasih.